Jakarta
Jakarta,
Pertama kali mengenalmu, dengan sadar kupejamkan mata dan diri
Pengap dan jahat kautawarkan padaku
Aku adalah gila jika menyambut suguhanmu
Dan tiba-tiba tahun berganti
Maklum,
Aku hanya anak kampung yang mengira tahu tentang kota besar bernama Bandung
Padahal tiap malamku meringkuk hangat di dekat pematang sawah
dan sungai yang tiap menyambut hujan berakhir tumpah
Sekali,
Segelas wine putih menyelamatkanku dan ayunan liar bersama tawa tak terkendali
Seminggu saja bersamamu, mendengarkan,
Bergulat dengan jadwal kurang pasti kotak besar abu-abu dan layanan si burung biru
Kukira mulai terangkat secarik nota kesepahaman
Jakarta,
Mungkin saja suatu hari nanti
Keangkuhanku ini melemah dan
Diriku mau merendah dan terpekur bersimpuh
Menghadapi keangkuhanmu
Dan mungkin saja suatu hari nanti
Aku diajarimu bagaimana,
Caranya berbicara
Bubi Chen All Stars – Unforgetable





suka bangets puisi
makasih ya setuju saling follow
yisha said this on January 22, 2012 at pm 8:05 |
oh sama-sama mbak,
salam kenal ya
Frillazeus said this on January 24, 2012 at pm 8:01 |