Warm Christmas
Natal tahun ini sama saja seperti Natal tahun-tahun sebelumnya. Setelah malam Natal yang dipenuhi doa, perenungan, serta ucapan syukur, pagi yang agak-agak dingin dihangatkan oleh semangat beribadah dan segarnya khotbah. Cipika-cipiki setelah ibadah dilanjutkan dengan tidur sebentar lagi, lalu bergabung dengan keluarga besar untuk mengucap syukur bersama.
Kehangatan dan kebersamaannya, seperti biasa.
…
Inginnya sih nulis seperti itu, hahaha. Tapi kenyataannya nda begitu. Liriknya menyanyikan, “I’ll be home for Christmas”, lapangannya, “I won’t be home for Christmas”.
Nda bisa berbagi semangat Natal dengan orang-orang sekitar yang notabene cuma punya semangat kerja, bolelaa pengalamannya. Kehilangan kehangatan bersama keluarga pun, bisa ditekan dengan tilpun berlama-lama penuh dengan haha-hihi yang bisa ngebangunin seantero hutan beserta isi-isinya. (Berasa ketawanya Rahwana). Tapi, nda bisa ibadah pagi kerna nda ada yang boleh bawa mobil. Hemmmmm.
Loh, bukannya ibadah itu dari hati ya Yus, bukan masalah tempat? Eh?
And that’s how I know why Christmas is so special.
diana Krall – Jingle Bells





haha
selamat,
anda merasakan apa yang saya rasakan juga selama 2 tahun ini
Deska said this on February 7, 2012 at pm 6:54 |