Warm Christmas

Natal tahun ini sama saja seperti Natal tahun-tahun sebelumnya. Setelah malam Natal yang dipenuhi doa, perenungan, serta ucapan syukur, pagi yang agak-agak dingin dihangatkan oleh semangat beribadah dan segarnya khotbah. Cipika-cipiki setelah ibadah dilanjutkan dengan tidur sebentar lagi, lalu bergabung dengan keluarga besar untuk mengucap syukur bersama.

Kehangatan dan kebersamaannya, seperti biasa.

Inginnya sih nulis seperti itu, hahaha. Tapi kenyataannya nda begitu. Liriknya menyanyikan, “I’ll be home for Christmas”, lapangannya, “I won’t be home for Christmas”.

Nda bisa berbagi semangat Natal dengan orang-orang sekitar yang notabene cuma punya semangat kerja, bolelaa pengalamannya. Kehilangan kehangatan bersama keluarga pun, bisa ditekan dengan tilpun berlama-lama penuh dengan haha-hihi yang bisa ngebangunin seantero hutan beserta isi-isinya. (Berasa ketawanya Rahwana). Tapi, nda bisa ibadah pagi kerna nda ada yang boleh bawa mobil. Hemmmmm.

Loh, bukannya ibadah itu dari hati ya Yus, bukan masalah tempat? Eh?

And that’s how I know why Christmas is so special.

diana Krall – Jingle Bells

~ by Frillazeus on December 26, 2011.

One Response to “Warm Christmas”

  1. haha
    selamat,
    anda merasakan apa yang saya rasakan juga selama 2 tahun ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.