Masih bersambung dengan jalan-jalan. Beberapa saat sebelum sampai di rumah, saya melihat dua orang anak perempuan menggotong-gotong karung dan melongok-longok ke dalam tempat sampah saya. Setelah melongok 2-3 detik, mereka menyadari tidak menemukan apa yang mereka cari dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian ke tempat lain.

Saya cukup kaget melihat pemandangan itu mengingat dalam petualangan saya, saya baru saja melihat banyak anak-anak melakukan hal lain yang lebih ‘anak-anak’, bermain basket di lapangan, main becak-becakan, beberapa lagi mendengarkan musik, main motor, bahkan hanya ‘diam saja bersama orang tuanya’. Saya perhatikan, mungkin mereka (anak-anak perempuan itu) berusia 8-10 tahun. Tanpa menghentikan jalan-jalan saya, saya tidak melepaskan pandangan saya dari mereka. Saya berpikir, “kasihan banget, umur segitu sudah jadi pemulung.” Hmmm… ayo bapak-bapak yang ada di atas bagaimana ini?

Akh, lagi-lagi pertanyaan yang sama, “apa yang bisa putera-puteri terbaik bangsa lakukan terhadap hal ini?”