aku ingin menuangkan perasaanku saat aku membaca kalimat ini, “Ibu Serafin telah meninggal dunia”
Tapi kok, nggak ada kata-kata di benakku untuk kutulis ya…
lonely solitude – di lab

aku ingin menuangkan perasaanku saat aku membaca kalimat ini, “Ibu Serafin telah meninggal dunia”
Tapi kok, nggak ada kata-kata di benakku untuk kutulis ya…
lonely solitude – di lab
mau pulang dari lab, ada temen yang puter lagu ini, bengong pas denger liriknya, langsung diambil deh
here it is:
How can I just let you walk away,
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You’re the only one who really knew me at all
How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we’ve shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You’re the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that’s what I’ve got to face
I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There’s so much I need to say to you,
so many reasons why
You’re the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
But to wait for you,
well that’s all I can do and that’s what I’ve got to face
Take a good look at me now,
‘cos I’ll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That’s the chance I’ve got to take, oh, oho
Just take a look at me now
lirik dicuri dengan semena-mena dari sini
is it sad? hmm… sad of course
sebelum melangkah pergi,
baru saja melihat sesuatu yang berbunyi “ka mana wae”, “titik terendah”, “bertobat”, “melankolis berkedok sanguin”, dan “perpanjangan kasih-Nya”
akhirnya, ini hanyalah seonggok dokumen berisi kenangan.
akhirnya…
tau ga salah satu hal yang menyenangkan dari nulis-nulis di blog?
Kita bisa baca-baca lagi dan inget lagi bahwa “dulu gua pernah seperti itu ya.”
hehehehehe kali ini pun, ntah yang keberapa kali, saya melakukan itu dan ended up ketawa-ketawa sendiri.
well, buat saya, membaca dan memahami bahwa saya pernah mengalami ini-itu membuat saya lebih bersemangat menghadapi hari depan dan masalah-masalah sulit. Kata-kata seperti, “Wew, I’ve been there before and had passed it!” memotivasi saya untuk bangkit dan terus berjalan ke depan. Hal lain? Bisa jadi penghilang stres juga hehehe. Saya pernah baca juga ada seorang penulis terkenal yang menemukan hobby lamanya lagi (menulis) setelah dia baca tulisan-tulisan lamanya dan akhirnya membuat dia menekuni dunia menulis lagi. Mungkin, dia berkata, “Lho, dulu aku bisa menulis ya? Bagus juga hasilnya!” (mungkin)
Intinya, reviewing my life and learn from my own history.
Jadi, saya is encouraging untuk mendokumentasikan hidup! Ga harus blog, jaman dulu ada yang namanya buku harian. Foto? Oke juga! Tapi kalo foto itu ga bisa “berbicara banyak” selain transfer emosi, padahal yang saya maksud adalah juga transfer apa isi otak kita saat itu (nah lo apaan lagi ini hi hi hi). Salahsatu temen saya menyimpan seluruh SMS yang ia dapat (hayo tau ga sapa?
). Saya ga tau itu dia baca ato ga sih, tapi kalo dia baca, saya yakin dia akan “kaget” juga seperti saya dan bilang, “Oh iya ada kejadian ini ya dulu, nice!”
Claire de Lune dalam kepalaku…
Hari ini, sang pelopor melihat dirinya digilas dan ditinggalkan.
Hari ini pun dia melihat kesedihan, namun dia diam saja.
Dan kesakitan itu dia pendam saja di dalam hati.
Biar selalu diingatnya terus tentang hari ini…
*nice quote
selalu amaze sama anak-anak
^^
Tadi pagi jam 10 nyampe di sini, di kota Jogja. Terus naik trans jogja untuk sampe ke rumah opung (opung di Jogja
) dan akhirnya sampe di sana jam 11. Habis itu, langsung menunaikan tugas (nyuci pakean hehe).
Di rumah opung ada “si bibi”. Si bibi ini tugasnya cem macem, dari mule nyuci baju ampe ngepel juga dijabanin. Setiap hari (keknya, karena saya ga tiap hari di Jogja), beliau dateng pagi bersama seorang anak kecil yang cakep (masih kecil, jadi masih cakep) dan pulang siang / sore harinya.
Nah nah, di tengah saya lagi nyuci. Si anak kecil tiba-tiba mendekat ke mesin cuci. Clingak-clinguk dia nyariin “si bibi”. Pas dia ngeliat si bibi ga ada di sekitar situ, mulailah matanya bercermin-cermin (bosen ah berkaca-kaca). Saya yang aslinya memang baik hati dan suka menolong kasian juga ngeliatnya. Saya tau “si bibi” memang ga ada di sekitaran situ. Beliau di depan, lagi ngepel. Saya pun mendekati anak itu dan berkata,
“Wah nyari bibi ya, bibinya ga ada di sini… aduh jangan nangis”
<siiiinggg>
“mau nyari, yuk sini nyari.” (kata saya sambil mengulurkan tangan)
<siiiiinggg> tapi tangan saya diambil juga
hebat tuh anak, mau dia pegang tangan saya. Padahal kata temen-temen saya muka saya ngerinya setengah mati. –>
dan sebentar saja “si bibi” telah berhasil ditemukan. Si kecil cakep itu pun berjalan ke beliau dan dipeluk sama “si bibi”. Dan dia pun berhenti menangis.
that simple…
title : INCO Tetap Tidak Bisa Hindari PHK Karyawan
summary : NCO tetap akan melanjutkan proses PHK terhadap 87 orang karyawannya meskipun sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat Sorowako Sulawesi Selatan. (read more)
Keputusan penting, dibingkai begitu indah untuk mengingatkan kita tentang apa yang mereka perbuat untuk hidup kita.
Apa yang mereka perbuat?
Mereka membentuk kehidupan kita,
sama seperti yang dilakukan keputusan-keputusan tidak penting.
Jadi, memparafrasekan kutipan teman, “dimanakah ke-’tidak penting’-an itu?”
kutambahi, “It’s just a matter of choice and consequency”
[lagunya Ebiet G. Ade bagus
]
Latest responses