your face is what you are?

•November 15, 2009 • 1 Comment

morning!!!

Hari ini saya terbangun di tempat yang tidak biasa, di sebuah ruangan yang tidak terlalu asing, namun juga belum sebegitu familiar. Di mana hayo? Di lab hehehe.

Yup, hari ini pertama kalinya saya nginep di lab :mrgreen:

jalan-jalan ke facebook ngeliat profile picture-nya orang-orang. Iseng-iseng saya klik link “comment” pada salahsatu status teman saya. Di sana, ada sebuah komen yang menarik, “tapi enaaaakkk”, membalas status yang berbunyi, “cinta itu RACUN”. Entah siapa, saya juga ga kenal dengan sang empunya komen. Iseng-iseng itu akhirnya membuahkan sebuah halaman baru terbuka. Oh… ternyata sang empunya komen sudah menikah. Tau darimana Yus? Dari profile pictnya. Dia (sang mempelai pria), memakai tuksedo berwarna hitam dengan sang wanita mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Tapi, kenapa saya merasa ada yang “salah” dengan wajah pria itu ya?

apakah kalian percaya kalau “siap-tidaknya seseorang” itu dapat terlihat dari sinar wajahnya? Ataukah saya hanya berhalusinasi karena kurang tidur?

Claire de Lune – lagi-lagi, dalam kepalaku

Inflatable

•November 12, 2009 • 2 Comments

hmmm, sebenernya lagu yang saya denger adalah dari Nickleback yang judulnya remind me. Tapi, kata-kata Berry membawa saya ke lagu ini. Berry bilang gini, “Ini lagu jaman kapan sih? SMP ya?”

Yup, lagu jaman SMP Ber, tepatnya pas saya kelas 3 SMP. Saya denger ini di album “modern rock2″. Salah satu album kompilasi terbaik yang pernah saya punya. Lagu ini juga membawa saya ke “masa-masa itu”. Waktu itu walkman saya sempet ilang, dan akhirnya sampe nyari-nyari temen saya yang ngilangin karena kita udah ga satu sekolah. Itu adalah pertama kali saya nyari orang dan “berbicara serius” di depan orang tua. (akhirnya temen saya entah ke mana, saya berhadapan sama ibunya deh). Juga album saya sempet ilang, dan akhirnya saya beli lagi beberapa taun kemudian sangking bagusnya. Dan masa-masa sama “dia” :oops: . Ga bermaksud apa-apa, cuma keinget aja. Here’s the lyrics:

Inflatable by Bush

Let it slide overhead
When I believe in you my soul can rest
But as love that’s really love can never fail
But fail it does
When we shine like the sun
You seem the only one my only friend

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
when you’re faithful

I resigned from myself
Took a break as someone else
It’s like we’ve come undone
But I’ve only just become inflatable for you

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
When you’re faithful

I don’t mind most of the time
But you push me so far inside

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
when you’re faithful
when you’re faithful

pretty in white, pretty when you’re faithful. Hmmm…

ditingkahi Linkin Park – in between

lirik diambil dengan semena-mena dari sini

R.I.P

•November 8, 2009 • 2 Comments

aku ingin menuangkan perasaanku saat aku membaca kalimat ini, “Ibu Serafin telah meninggal dunia”

Tapi kok, nggak ada kata-kata di benakku untuk kutulis ya…

lonely solitude – di lab

Take a look at me…

•November 3, 2009 • 2 Comments

mau pulang dari lab, ada temen yang puter lagu ini, bengong pas denger liriknya, langsung diambil deh

here it is:

How can I just let you walk away,
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You’re the only one who really knew me at all

How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we’ve shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You’re the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that’s what I’ve got to face

I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There’s so much I need to say to you,
so many reasons why
You’re the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
But to wait for you,
well that’s all I can do and that’s what I’ve got to face
Take a good look at me now,
‘cos I’ll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That’s the chance I’ve got to take, oh, oho

Just take a look at me now

lirik dicuri dengan semena-mena dari sini

is it sad? hmm… sad of course :)

aksara permata

•October 12, 2009 • Leave a Comment

sebelum melangkah pergi,

baru saja melihat sesuatu yang berbunyi “ka mana wae”, “titik terendah”, “bertobat”, “melankolis berkedok sanguin”, dan “perpanjangan kasih-Nya”

akhirnya, ini hanyalah seonggok dokumen berisi kenangan.

akhirnya…

miss?

•October 9, 2009 • 1 Comment

A: Kangen ya sama aku?

B: hah? nggak kok. :)

blogging advantage

•October 4, 2009 • 4 Comments

tau ga salah satu hal yang menyenangkan dari nulis-nulis di blog?

Kita bisa baca-baca lagi dan inget lagi bahwa “dulu gua pernah seperti itu ya.”

hehehehehe kali ini pun, ntah yang keberapa kali, saya melakukan itu dan ended up ketawa-ketawa sendiri. :lol:

well, buat saya, membaca dan memahami bahwa saya pernah mengalami ini-itu membuat saya lebih bersemangat menghadapi hari depan dan masalah-masalah sulit. Kata-kata seperti, “Wew, I’ve been there before and had passed it!” memotivasi saya untuk bangkit dan terus berjalan ke depan. Hal lain? Bisa jadi penghilang stres juga hehehe. Saya pernah baca juga ada seorang penulis terkenal yang menemukan hobby lamanya lagi (menulis) setelah dia baca tulisan-tulisan lamanya dan akhirnya membuat dia menekuni dunia menulis lagi. Mungkin, dia berkata, “Lho, dulu aku bisa menulis ya? Bagus juga hasilnya!” (mungkin)

Intinya, reviewing my life and learn from my own history.

Jadi, saya is encouraging untuk mendokumentasikan hidup! Ga harus blog, jaman dulu ada yang namanya buku harian. Foto? Oke juga! Tapi kalo foto itu ga bisa “berbicara banyak” selain transfer emosi, padahal yang saya maksud adalah juga transfer apa isi otak kita saat itu (nah lo apaan lagi ini hi hi hi). Salahsatu temen saya menyimpan seluruh SMS yang ia dapat (hayo tau ga sapa? :P ). Saya ga tau itu dia baca ato ga sih, tapi kalo dia baca, saya yakin dia akan “kaget” juga seperti saya dan bilang, “Oh iya ada kejadian ini ya dulu, nice!”

:mrgreen:

Claire de Lune dalam kepalaku…

2009, Oktober 1st

•October 2, 2009 • Leave a Comment

Hari ini, sang pelopor melihat dirinya digilas dan ditinggalkan.
Hari ini pun dia melihat kesedihan, namun dia diam saja.
Dan kesakitan itu dia pendam saja di dalam hati.

Biar selalu diingatnya terus tentang hari ini…

*nice quote

:statis:

•October 1, 2009 • Leave a Comment

Kamis, 1 Oktober 2009

Jantung hatiku terhenyak

Jogja – August 15th, 2009

•August 15, 2009 • 1 Comment

selalu amaze sama anak-anak

^^

Tadi pagi jam 10 nyampe di sini, di kota Jogja. Terus naik trans jogja untuk sampe ke rumah opung (opung di Jogja :mrgreen: ) dan akhirnya sampe di sana jam 11. Habis itu, langsung menunaikan tugas (nyuci pakean hehe).

Di rumah opung ada “si bibi”. Si bibi ini tugasnya cem macem, dari mule nyuci baju ampe ngepel juga dijabanin. Setiap hari (keknya, karena saya ga tiap hari di Jogja), beliau dateng pagi bersama seorang anak kecil yang cakep (masih kecil, jadi masih cakep) dan pulang siang / sore harinya.

Nah nah, di tengah saya lagi nyuci. Si anak kecil tiba-tiba mendekat ke mesin cuci. Clingak-clinguk dia nyariin “si bibi”. Pas dia ngeliat si bibi ga ada di sekitar situ, mulailah matanya bercermin-cermin (bosen ah berkaca-kaca). Saya yang aslinya memang baik hati dan suka menolong kasian juga ngeliatnya. Saya tau “si bibi” memang ga ada di sekitaran situ. Beliau di depan, lagi ngepel. Saya pun mendekati anak itu dan berkata,

“Wah nyari bibi ya, bibinya ga ada di sini… aduh jangan nangis”

<siiiinggg>

“mau nyari, yuk sini nyari.” (kata saya sambil mengulurkan tangan)

<siiiiinggg> tapi tangan saya diambil juga

hebat tuh anak, mau dia pegang tangan saya. Padahal kata temen-temen saya muka saya ngerinya setengah mati. –> :evil:

dan sebentar saja “si bibi” telah berhasil ditemukan. Si kecil cakep itu pun berjalan ke beliau dan dipeluk sama “si bibi”. Dan dia pun berhenti menangis.

that simple…

:mrgreen: