tersesat..

•July 1, 2009 • Leave a Comment

diam sebentar, berpikir

FUNFACT! Love = …

•July 1, 2009 • 3 Comments

do you know what is funny about someone cares for you?

They are prohibiting!

They tell you not to do something according to what they think is best for you (”best for you” tapi mereka yang mikirin… jadi ini teh best for… us kali harusnya ya :mrgreen: )

and it happened last night

Jadi, ceritanya saya khan lagi KP nih di Kudus. Jauh dari yang namanya ortu. Terus, beberapa hari saya ngerasa cape dan kadang suhu badan naik. Berhubung KP masih panjang dan masih ada satu tugas kuliah yang belum saya selesaikan, mulailah saya agak panik. Di tengah kepanikan itu muncullah Ibu saya ke permukaan pikiran saya, menasehati untuk minum multivitamin. Dari dulu Ibu saya memang sudah menyuruh saya minum suplemen. Saya inget, waktu jaman jebot itu, Mama (begitu panggilan saya buat Ibu) menyarankan agar saya minum Enervon-C (gyah merk! :sigh: ). Tapi, belakangan beralih ke Pharmaton (terusin aja Yus pasang iklan buat mereka). Naaahhh, sekira dua tahun yang lalu, saya berbincang dengan salahsatu teman kuliah saya yang anak kokosan. Dia bilang bahwa, “multivitamin itu wajib, kudu, kalo ga, gatau gua gimana tahan ngelakuin semua tugas di sini.” berikut lanjutan dialognya.

Saya: Oh gitu, terus kamu minum apa? pharmaton?

Temen saya: ah nggak, mahal tuh. Yah, yang murah aja lah, macam enervon-C!

See, that’s the reason. MURAH! Jadi, berbekal dialog itu di kepala (dan uang secukupnya) saya nekat mendatangi apotek untuk membeli sang enervon-c. Berikut dialog singkat:

Saya: Berapa Mbak?

Mbak-mbak: dua puluh tujuh lima ratus mas.

Hwew mahalnyaaaa satu botol kaplet oren-oren itu. Dengan agak berat hati jadi juga saya merogoh kocek dan eng-ing-eng, 20 menit kemudian itu enervon-C sudah ada di meja tempat menyimpan barang-barang saya. Saat itu tiba-tiba HP saya berdering. Tulisannya, “HP Mama”. Hooo, si Mama kangen anaknya yang ganteng ini rupanya :razz: . And then, another dialouge

Saya: Iya, ini baru beli multivitamin biar ga sakit.

Mama: Eeeehhh iya, multivitamin sih harus.

Saya: (lha emangnya saya mikir apa?) Iya, ini baru beli ntar mau diminum. Beli enervon-C.

Mama: Hah? Enervon-C? Jangan enervon! Jangan minum enervon.

Saya: …

Menurut Mama saya, Enervon-C itu tidak baik untuk pencernaan dan sangat mudah menimbulkan sakit maag dan kawan-kawannya.

emmmmmmmmmm…………..

untitled

•June 30, 2009 • Leave a Comment

lagi ingin posting lirik lagu.

Nih, satu buah lagu dari John Ondrasik. Siapa dia? Hmmm cari sendiri di sini ya hehe

King Of The Earth

I’m as crazy as a clown tonight
A clown without a crown tonight
A simple sack of wishes and bows

I’m as useless as a memory
The day before it came to me
To save your time, stitches and stones

For once in my life I was the king of the earth
For once in my life I was

I flew horses on the skies above
Bled enough for you my love
To fill this empty castles with ghosts

I’ve merried down through their history
Stood when you were begging me
Through a time of statues and lows

For once in my life I was the king of the earth
For once in my life I was

Now that the stars are frozen in their places
Now that all hope seems gone
Now that the stars are fallin through my phases
I will see you on

I’ll never be your picture president
But I hope you got the rules I sent
To save your town of stitches and bones

I’m nothing more than but a simple man
Born to be American
Out to draw these bridges and lows

For once in my life I was the king of the earth
For once in my life

Dicopas dengan semena-mena dari sini

[ditulis di sela-sela sibuknya istirahat kerja :mrgreen: ]

..waiting..

•June 23, 2009 • Leave a Comment

Face it, I do don’t like to wait

tunggu di sini sebentar ya Mas, nanti saya kembali lagi.

dan Bapak itu pun tidak kembali-kembali setelah… let me see, 3 hour???

meskipun di sini ada internet yang aksesnya cepat (sampe 80 KB/s) tapi kok tetep rada kesel ya? Hmmmm. Balik lagi deh ke awal, “Face it! I do don’t like to wait”. But isn’t it also just a matter of choice? (here we go again :mrgreen: ).

waktu pertama kali Gereja di sini, di Kudus, saya ikut ibadahnya GKMI (Gereja Kristen Muria Indonesia). Yang khotbah saat itu adalah Pdt. dari GKI di Semarang (pertukaran mimbar cuy :D ). Di dalam khotbahnya, ada sesuatu yang cukup menarik untuk disimak.

dia berkata seperti ini,

suatu hari, ada jemaat saya yang datang kepada saya dan berkata, “Pak Pendeta, kok doa saya nggak dijawab-jawab Tuhan ya? Saya itu orangnya pemarah. Saya berdoa supaya saya diberi kesabaran dan tidak lagi sering marah-marah. Tapi setelah saya berdoa seperti itu, adaaaa saja yang membuat saya marah. Tiba-tiba saudara saya bikin saya kesel, keki, jadi saya pengennya seharian itu marah-marah saja. Kenapa ya Pak Pendeta?”

Sampai di situ, saya senyum-senyum dalam hati dan berkata, “Lha, itu sih udah dijawab donk!”. Dan benar saja, Pak Pendeta pun melanjutkan khotbahnya dan berkata, “Lho, justru doa saudara sudah dijawab. Tuhan tidak akan memberikan kepada saudara sifat tidak pemarah, saudara sendiri yang harus melatih diri saudara supaya jadi tidak pemarah!” Lho, Pak Pendetanya bisa baca pikiran saya :razz:

Sama seperti saat ini…

Saya itu ga suka menunggu, saya rasa lebih disebabkan karena saya kurang sabar. Jadi, kalau saya ingin bersifat sabar ya latihlah diri dengan membiasakan diri bersikap sabar. Selain itu ada bonus, saya dilatih untuk memilih yang benar saat semua keadaan memungkinkan untuk berbuat yang salah (itu namanya etos kerja – kalo ga salah :razz: ). Jadi, saat ini pun, Tuhan sedang bekerja dalam hidup saya. He’s engineering my life :) .

Pertanyaannya, mosting tulisan ini termasuk berkenan di hati-Nya ga?

–a

ga ada backsound apa-apa selain lagu doktrinasi polytron

Kudus, 20 Juni 2009

•June 20, 2009 • 3 Comments

Some kind of reports :D

di sini saya tinggal di rumah teman saya, Reza. Ngapain di Kudus? Kerja praktek di PT. Polytron. Kerja Praktek di sini bersama dengan Fatan dan Reza. Hari pertama datang ke kantor (bukan masuk karena memang belum mule masuk kerja) ditanya ini-itu yang membuat saya… :sigh: dan merasa b*** b*****. Tapi kata Abang Pembimbing saya, “Ga boleh gitu Yus, semua itu ada waktunya, sekarang kamu bersyukur aja.”

soooo wise

dan di sinilah saya sekarang, di warnet, bikin postingan ini dengan ditemani Friday I’m in love – The Cure. Friday? It’s Saturday and I’m in luv :mrgreen:

huahm, there’s always reason for every circumstances and all you need to do is pray :smile:

Bandung Express – 02.32

•June 19, 2009 • Leave a Comment

dari W200,
saia tdk tahu berada di mana.. tadi brselancar sbntar di dunia maya dan menemukan kabar yang kurang saya suka
well, but it’s life, sometimes u like it, sometimes u don’t, but there’s always a reason behind every circumstances yield

cheer up!
^^

toyota PIUS program :P

•June 14, 2009 • 1 Comment

hmmm, tadi baru jalan-jalan ke blog kape-nya el 06, terus ada postingan ini yang nyinggung-nyinggung tentang program IPUS di toyota. Program ini merupakan program pelatihan yang menyiapkan para “calon-calon” fresh graduate untuk menghadapi dunia kerja dan dunia nyata bukan terus-terusan di dunia maya.

nah-nah, sedikit curhat :P, salahsatu alasan kenapa saya masuk departemen teknik elektro adalah sebuah tayangan di TV yang membahas tentang pabrik toyota. Pabrik di California itu mangstaph gan (gatau beneran mangstaph apa saya yang ndeso?). Salahsatu yang ditayangkan hari itu adalah bagaimana proses pengelasan rangka mobil dilakukan. pengelasan dilakukan oleh 8 (seingat saya) lengan robot yang bekerja simultan. Lengan-lengan ini langsung mengelas dengan akurat si rangka yang ada di depannya. Kepresisian dan keakuratan gerak dari kedelapan lengan itu begitu mempesona saya sehingga membuat saya ingin masuk ke teknik elektro dan mengambil spesialisasi di bidang robotika.

wah kebiasaan, kalo udah curhat, begini ni… ke mana-mana. Intinya, kerja di toyota merupakan salahsatu impian saya. Oleh karena itu, ketika memdengar ada program dari mereka yang  akan ”merekomendasikan anda jika anda lulus mengikuti program ini”  (bahasanya aneh ya :mrgreen: ) tentu saja saya tertarik. dan, sebentar saja saya bertanya pada oOm google, saya dapat info ini. Karena itu merupakan page orang, jadi saya provide link-nya aja ya hehe.

Yu ah, taun depan deh kalo udah mau lulus (amiiiiiiinnnn) mau cobain ini. Pertama-tama, perbaiki IP dulu :mrgreen:

KP blog | golb PK

•June 1, 2009 • 1 Comment

hehehe, Elektro ‘06 bikin blog KP lho, cek this out!

Baru aja posting di sana. Alih-alih posting tentang KP, malahan saya posting kalo saya masih belum dapet tempat KP

hwew ckckck gimana ini???

terdiam, tersentak, terdiam

messenger…

•May 29, 2009 • 1 Comment

…di mana setiap orang berdiri diam,

memperhatikan,

menyatakan sikap,

menunggu sebuah kerendahan hati…

hey, aku di sini!

backsound: Boyzone – I’m learning (Part II)

dear diary… (hmmmm :P)

•May 29, 2009 • 2 Comments

udah berapa tahun sebenernya saya nulis di blog ini?

Ntahlah
haha…

yang jelas sudah lebih dari setahun.

Baru saja saya membaca tulisan saya setahun yang lalu dan mendapatkan pelajaran dari sana.

Jadi, apakah sebuah diari jurnal itu penting? Menurut saya, “ya“.

Dulu sekali, saya menulis, “orang-orang besar mendokumentasikan hidupnya”. Apakah harus jadi orang besar dulu baru mendokumentasikan hidup? Lho? Terus… kapan dokumentasinya jadi donk? Bisa-bisa malah ga ada apa-apa karena udah lupa semua ketika sudah menjadi orang besar ingin menuliskan dokumentasi haha.

Saya rasa, dokumentasi itu sesuatu yang “real time” ya? Dan saat kita “melihat” atau membaca kembali dokumentasi itu, kita teringat lagi sensasi yang kita dapatkan saat mengalami hal tersebut, mengambil apa yang perlu diambil, dan melihat apa yang perlu ditinggalkan. Belajar :mrgreen:

Setengah dari tujuan saya menulis blog ini sudah tercapai, “supaya kelak saya bisa melihatnya dan bilang, ‘hooo dulu gua ngalamin itu ya?’”. Sisanya? on progress :smile:

Ada satu lagu Kristen yang berkata seperti ini

bila topan k’ras melanda hidupmu
bila putus asa dan letih lesu
berkat TUHAN satu-satu hitunglah
kau niscaya kagum oleh kasih-Nya

“Kita sudah melewati banyak hal bersama-sama, ada yang menyedihkan, namun banyak yang menyenangkan. Dan ketika mendapatkan hal yang menyenangkan, dan mengingat hal yang membuat tersenyum, hal-hal yang mengundang air mata menjadi tidak penting lagi. Karena itu, mari kita meneruskan ini bersama-sama”

*ayo menulis! Menulis apa saja! :mrgreen:

backsound: “Boyzone – I’m Learning (part I & II)”