yang tak terperdengarkan

•January 16, 2010 • Comments Off

Kenangan, merupakan suatu yang diukir dengan tinta berwarna. Warnanya akan lenyap bersama sang waktu, namun tidak ukirannya.

Yang pertama adalah di KFC. Saat itu, di tubuhnya melekat kaus putih berkerah dan celana tiga per empat. Kami duduk di sana, memesan sepotong ayam karena aku sendiri sudah makan. Di sanalah aku tahu dia tidak suka junk-food. Dan aku mengutuki kebodohan diriku yang mengajaknya ke fast-food restaurant.

Kemudian berlanjut dengan GII, GKPI, dan GPIB. Berhenti. Dan berlanjut lagi. Dan berhenti lagi.

Filmnya bagus sekali. Luar biasa. Dia sangat cantik. “Mendadak cantik ya?”, begitu komentar sahabatku ketika aku menceritakannya, ada-ada saja. Lalu, lukisan-lukisan itu juga luar biasa. Meskipun “harus” mendengarkan “khotbah”, aku menikmatinya. Bagiku itu bukan khotbah, hanya TUHAN yang berbaik hati mengingatkanku untuk mempercayai mimpi-mimpiku. Seperti saat ini.

Ketika akhirnya apa yang dihatiku terucapkan. Ketika akhirnya dia mau berbaik hati membuka sedikit rahasianya untukku. Saat itu dia tidak lagi menjadi “yang tak dapat kumengerti”. Ternyata dia sangat sederhana. Sangat cantik. Dan sangat mudah dimengerti. Bukanlah sosok yang membuat semua orang bingung. Tidak, dia sangat menyenangkan, karena akhirnya aku tahu, betapa mimpinya sangat sederhana dan murni.

Terimakasih mau membaginya denganku. Sedikit rahasia itu.

Terimakasih mau membaginya denganku. Sedikit rahasia itu.

Ketika aku tahu betapa bodohnya aku, aku mencaci diriku sendiri dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang ada dalam hatiku. Tetapi dia di sana, memandangku.

Aku berdoa untukmu, bidadari. Untuk setiap mimpi-mimpimu. Untuk setiap cita-cita dan harapanmu. Untuk setiap kebaikan yang akan menghampirimu. Mungkin, bukan aku yang akan menghadirkan tiap mimpi indahmu. Namun, jika TUHAN berbaik hati, akulah orang yang beruntung itu. Aku hanya ingin melihat senyum terus melekat di wajah indahmu.

Aku di sini, berbenah diri sampai tiba waktunya selesai kuberbenah. Dan waktu itu sebentar lagi. Sementara itu, aku tak akan berkuasa membuat pikiranku tak memperhatikanmu.

Aku berdoa untukmu, semoga dirimu berbahagia.

Untuk seorang bidadari yang sedang menunggu pangeran berkuda putihnya. “Jangan berhenti percaya mimpi”

Semoga senyum tetap melekat di wajah indahnya.

WoW (part 1)

•January 12, 2010 • 2 Comments

Telat banget dah, saya tau :blush:

Tiap hari, dua rekan saya di lab “meluangkan waktu” untuk mainin game ini. Saya jadi penasaran. Lagipula, world-nya itu loh! ckckck

tunggu skrinsyutnya ya, sekarang coba dulu

:mrgreen:

rebirth

•January 11, 2010 • 2 Comments

tulisan lama… akhirnya tampil di sini juga…

setelah sekira enam bulan yang lalu…

memangnya? Ada yang tertarik dengan orang yang hanya bisa mengeluh?

ditulis oleh saya yang menemukan kembali gairah menulis setelah mendapat ruangan dan disuruh pergi oleh seseorang yang saya kasihi… sedihnya… :mrgreen:


postingan lama aransemen baru! ^^

•January 11, 2010 • 2 Comments

waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

udah lama ga ngeblog, akhirnya bisa nulis lagi!

(senengnya dah kek anak kecilllll ahahaha)

sedih juga ngeliat ni blog kagak ada yang ngurus. Surem… hiks :razz:

Aniway,

maaf ya teman-teman pembaca setia (kek yang ada aja), kemaren-kemaren saya supersibuk jadi blog ini yang menjadi korban. Seharusnya tidak boleh begitu, seharusnya blog ini masuk prioritas, sayang khan orang-orang yang ingin tau apdet-an saya tidak bisa mendapatkan apdet dari saya (kek yang ada aja ckck).

Semester ini luar biasa. Tidak seperti semester sebelumnya dengan cinta yang luar biasa dan kemenangan di mana-mana (hahah lebay). Tapi tidak saya bilang bahwa semester ini terbalik seratusdelapanpuluh derajat juga. The fact is, the semester is awesome, and it’s still awesome even today. Luar biasa. Saya banyak belajar, saya banyak tahu, saya mendapat banyak pertolongan, dan saya banyak menolong, menolong diri saya sendiri dan orang lain.

Dimulai dengan tidak terlalu baik, dan belum tahu juga akhirnya. Tapi hari ini, setidaknya satu tahap telah usai. Ujian dan kuliah. Yup, semua berhenti, semua selesai. Masih berlanjut paper dan inovasi tiada henti sih haha. Otherwise, it’s a wrap.

Semester ini ga banyak ketemu sama adek-adek, ga banyak interaksi lain di luar kampus. Semester ini buat kampus.

Semester ini luar biasa.

Manusia yang terbaik bukanlah yang tanpa cela dalam setiap liku hidupnya, namun yang selalu mengusahakan yang terbaik dalam setiap kesempatan di jalannya

Ditutup dengan U2 – All I want is you

your face is what you are?

•November 15, 2009 • 1 Comment

morning!!!

Hari ini saya terbangun di tempat yang tidak biasa, di sebuah ruangan yang tidak terlalu asing, namun juga belum sebegitu familiar. Di mana hayo? Di lab hehehe.

Yup, hari ini pertama kalinya saya nginep di lab :mrgreen:

jalan-jalan ke facebook ngeliat profile picture-nya orang-orang. Iseng-iseng saya klik link “comment” pada salahsatu status teman saya. Di sana, ada sebuah komen yang menarik, “tapi enaaaakkk”, membalas status yang berbunyi, “cinta itu RACUN”. Entah siapa, saya juga ga kenal dengan sang empunya komen. Iseng-iseng itu akhirnya membuahkan sebuah halaman baru terbuka. Oh… ternyata sang empunya komen sudah menikah. Tau darimana Yus? Dari profile pictnya. Dia (sang mempelai pria), memakai tuksedo berwarna hitam dengan sang wanita mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Tapi, kenapa saya merasa ada yang “salah” dengan wajah pria itu ya?

apakah kalian percaya kalau “siap-tidaknya seseorang” itu dapat terlihat dari sinar wajahnya? Ataukah saya hanya berhalusinasi karena kurang tidur?

Claire de Lune – lagi-lagi, dalam kepalaku

Inflatable

•November 12, 2009 • 2 Comments

hmmm, sebenernya lagu yang saya denger adalah dari Nickleback yang judulnya remind me. Tapi, kata-kata Berry membawa saya ke lagu ini. Berry bilang gini, “Ini lagu jaman kapan sih? SMP ya?”

Yup, lagu jaman SMP Ber, tepatnya pas saya kelas 3 SMP. Saya denger ini di album “modern rock2″. Salah satu album kompilasi terbaik yang pernah saya punya. Lagu ini juga membawa saya ke “masa-masa itu”. Waktu itu walkman saya sempet ilang, dan akhirnya sampe nyari-nyari temen saya yang ngilangin karena kita udah ga satu sekolah. Itu adalah pertama kali saya nyari orang dan “berbicara serius” di depan orang tua. (akhirnya temen saya entah ke mana, saya berhadapan sama ibunya deh). Juga album saya sempet ilang, dan akhirnya saya beli lagi beberapa taun kemudian sangking bagusnya. Dan masa-masa sama “dia” :oops: . Ga bermaksud apa-apa, cuma keinget aja. Here’s the lyrics:

Inflatable by Bush

Let it slide overhead
When I believe in you my soul can rest
But as love that’s really love can never fail
But fail it does
When we shine like the sun
You seem the only one my only friend

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
when you’re faithful

I resigned from myself
Took a break as someone else
It’s like we’ve come undone
But I’ve only just become inflatable for you

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
When you’re faithful

I don’t mind most of the time
But you push me so far inside

You’re so pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
So pretty in white pretty when you’re faithful
when you’re faithful
when you’re faithful

pretty in white, pretty when you’re faithful. Hmmm…

ditingkahi Linkin Park – in between

lirik diambil dengan semena-mena dari sini

R.I.P

•November 8, 2009 • 2 Comments

aku ingin menuangkan perasaanku saat aku membaca kalimat ini, “Ibu Serafin telah meninggal dunia”

Tapi kok, nggak ada kata-kata di benakku untuk kutulis ya…

lonely solitude – di lab

Take a look at me…

•November 3, 2009 • 2 Comments

mau pulang dari lab, ada temen yang puter lagu ini, bengong pas denger liriknya, langsung diambil deh

here it is:

How can I just let you walk away,
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You’re the only one who really knew me at all

How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we’ve shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You’re the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that’s what I’ve got to face

I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There’s so much I need to say to you,
so many reasons why
You’re the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
And there’s nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
‘cos there’s just an empty space
But to wait for you,
well that’s all I can do and that’s what I’ve got to face
Take a good look at me now,
‘cos I’ll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That’s the chance I’ve got to take, oh, oho

Just take a look at me now

lirik dicuri dengan semena-mena dari sini

is it sad? hmm… sad of course :)

aksara permata

•October 12, 2009 • Leave a Comment

sebelum melangkah pergi,

baru saja melihat sesuatu yang berbunyi “ka mana wae”, “titik terendah”, “bertobat”, “melankolis berkedok sanguin”, dan “perpanjangan kasih-Nya”

akhirnya, ini hanyalah seonggok dokumen berisi kenangan.

akhirnya…

miss?

•October 9, 2009 • 1 Comment

A: Kangen ya sama aku?

B: hah? nggak kok. :)